Tampilkan postingan dengan label injil markus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label injil markus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2016

Renungan 19 Mei 2016 : Injil Markus 9:41-50

Hari Kamis, 19 Mei 2016
Pekan Biasa VII
(Warna Liturgi: Hijau)

Bacaan Injil: Mrk. 9:41-50.
41 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.” 
42 “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. 
43 Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; 

Rabu, 18 Mei 2016

Renungan 18 Mei 2016 : Injil Markus 9:38-40

Hari Rabu, 18 Mei 2016
Pekan Biasa VII
(Warna Liturgi: Hijau)

Injil Markus 9:38-40
Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."
Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.

Selasa, 17 Mei 2016

Renungan 17 Mei 2016 : Injil Markus 9:30-37


Hari Selasa, 17 Mei 2016
Pekan Biasa VII
(Warna Liturgi: Hijau)

Injil Markus 9:30-37
Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang;
sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit."

Senin, 16 Mei 2016

Renungan 16 Mei 2016 : Injil Markus 9:14-29

Hari Senin, 16 Mei 2016
Pekan Biasa VII
(Warna Liturgi: Hijau)

Renungan Injil Markus 9:14-29

Anak yang Kerasukan, Murid yang Gagal
Yesus bertanya kepada orang banyak tentang apa yang sedang mereka persoalkan dengan para murid-Nya. Salah seorang dari orang banyak itu menjelaskan kepada Yesus bahwa dia membawa anaknya yang kerasukan roh jahat yang telah menyebabkan anaknya bisu dan tuli (ayat. 17,25). Demikian jahatnya roh tersebut sehingga sering menyerang anaknya, membantingnya ke tanah; jika roh itu menyerang, mulut anak itu berbusa, giginya berkertakan, dan tubuhnya menjadi kejang. Ayah dari anak itu membawanya kepada murid-murid Yesus dan meminta mereka mengusir roh jahat yang menyerangnya, tetapi mereka tidak dapat. Inilah yang sedang dipersoalkan oleh orang banyak dan para ahli Taurat dengan para murid Yesus.